Lifestyle Gadget
Wifi Dimatikan, Pecandu Game Online Tega Racuni Orang Tuanya

By Gilang Ramadhan

Published on: 2019/06/19 12:45

MATIKANB WIFI

Kecanduan game secara berlebihan memang tidak baik. Terbukti dengan cukup banyaknya kasus yang terjadi akibat kecanduan game dari masalah kesehatan sampai kriminalitas.

Seperti yang terjadi pada Sak Duanjan (29), seorang pria warga Sisaket, wilayah timur laut Thailand yang tega lakukan perbuatan jahat kepada orangtuanya.

Beberapa hari lalu, Sak Duanjan pulang ke rumah setelah minum minuman keras. Setibanya di rumah, Sak malah langsung memainkan game di ponselnya dengan volume amat kencang sehingga mengganggu orangtuanya yang tengah tidur.

Ayah tirinya, Chakri Khamruang (52) akhirnya terbangun dan sebagai upaya menghentikan Duanjan bermain game online, dia mematikan wifi.

Begitu wifi di rumah itu mati dan membuatnya nggak bisa bermain, Sak jadi sangat marah. Dia memaki-maki ayah tirinya dan memukuli dinding rumah. Chakri mengatakan, dia tak punya pilihan lain selain menampar Duanjan demi menenangkannya.

Masalah pun nampaknya telah selesai ketika Sak akhirnya masuk ke dalam kamar dan tidur. Namun, keesokan harinya, sang ibu Suban Duanjan (51) menemukan pestisida yang tak larut dalam air sumur di kebun milik keluarga.

Suban menemukan pestisida di dalam sumur itu saat akan mengambil air untuk memasak beras. Suban sangat terpukul karena yakin pestisida itu dibubuhkan Sak yang hendak membunuh dia dan suaminya.

"Saya melihat putra saya turun dan memasukkan sesuatu ke dalam toples sekitar pukul 02.00 dini hari," kata Suban.
"Saya tanya apa yang dia lakukan, tetapi dia diam saja dan balik ke kemar. Jadi saya biarkan saja dan kembali tidur," ujar Suban.

Suban menambahkan, putranya itu memang mudah marah dan sebagai orangtua dia selalu berusaha mengatasinya.
"Namun, kali ini dia sudah keterlaluan," kata Suban yang memutuskan memanggil polisi untuk meminta pertolongan.

Kepada polisi, Sak mengaku dia memang menaruh pestisida di sumur keluarga karena dia geram setelah dilarang main game online. 

"Kami ingin petugas membawanya untuk rehabilitasi karena kami tak ingin hidup dalam ketakutan dia akan mengulangi perbuatannya," ujar Suban.

"Dia terlalu banyak memainkan ponselnya. Saya kira itu yang membuatnya tertekan," tambahnya. "Sekarang dia sudah dewasa sehingga semakin sulit untuk dihentikan. Sehingga kami meminta bantuan," Suban menegaskan.

Source: HAI

Bagikan Artikel
Artikel Terkait

Lazy Oaf x Dr. Martens

Lazy Oaf brings out another cute collaboration with Dr. Martens, which will instantly steal your hea...

By: Vinny Vindiani

Baca selengkapnya

Tujuh Pengalaman Baru Bersama Galaxy Z Flip

Ponsel layar lipat terbaru Galaxy Z Flip menghadirkan pengalaman ponsel layar lipat yang nyaman dan...

By: Gilang Ramadhan

Baca selengkapnya

Pertemuan Keempat Kalinya Rafael Nadal Akan Hadapi Federer d...

Menjelang semifinal Wimbledon 2019 yang mempertemukan kedua petenis, berikut tiga pertemuan mereka p...

By: Gilang Ramadhan

Baca selengkapnya
Loading…