Tiktokers dan Muser
Tik Tok & Musical.ly: Hiburan yang Memiliki Banyak Arti

By Reza Reinaldo

Published on: 2018/07/02 16:20

Tiktokers dan Muser yang menjadi tren dalam Generasi Z.
Tiktokers dan Muser

Fenomena aplikasi Tik Tok, Musical.ly dan para penggunanya tidak dapat dihindari. Aplikasi musik yang satu ini membuat semua orang dapat membuat potongan-potongan klip dari lagu-lagu favorit mereka. Dari yang serius menggelutinya dan menjadi Seleb Muser atau Tiktokers (sebutan bagi para user), sampai para netizen yang iseng-iseng saja lantaran banyak tingkah konyol dari pengguna yang tersebar di internet.

 

Aplikasi yang keduanya berasal dari Tiongkok ini menjadi hits ketika unsur hiburan yang beragam merasuk ke berbagai macam kalangan masyarakat. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, dan pejabat. Bagi para pejabat barangkali ini akan menjadi video kocak yang ditujukan untuk hiburan semata, namun bagi pengguna yang menggunakan Tik Tok atau Musical.ly sebagai wadah baru untuk menciptakan fanbase, bisa beda cerita.

 

Tiktokers dan Muser

Berdasarkan instagram Jakarta.Management, yang mengadakan acara meet and greet dengan para Muser ini menuai banyak kritik dan nasehat dari para dewasa-muda yang tersebar di seluruh media sosial.

 

Kritiknya antara lain berisi soal harga yang mahal untuk fans yang notabenenya masih bergantung pada orang tua.

 

Bisa kita lihat bahwa line-up yang dibawa oleh Jakarta.Management adalah para pemuda yang melakukan selfie di cermin. Sebuah gaya klasik yang ngetrennya bukan main. Tiktokers atau Muser kini menjadi gelar baru yang berpotensi untuk menggaet fans di kalangan remaja atau generasi Z.

 

Hiburan yang ditawarkan dari aksi para Muser atau Tiktokers dapat dibedakan menjadi 2, pertama, hiburan sebagai karya, kedua, hiburan sebagai bahan tertawaan. Diam-diam pakem ini menguasai kehidupan media sosial. Namun, perlu diingat bahwa tak jarang para kreator membuat sesuatu yang memang untuk dijadikan bahan tertawaan. Perbedaannya, pengguna Tik Tok atau Musical.ly di Indonesia yang didominasi Generasi Z (Kelahiran tahun 1995-2014) adalah remaja-remaja yang sedang dalam masa pencarian jati diri. Masa-masa yang sulit untuk membedakan tawaan sebagai simbol bahagia atau sebagai simbol meledek.

 

Belakangan ini salah satu seleb Tiktokers yang disapa dengan nama Bowo atau Bowo Alpenliebe (yang juga seorang Muser) mengadakan meet and greet yang menuai banyak komentar dari para netizen. Komentar-komentar itu dilontarkan dari berbagai macam media sosial mulai dari twitter sampai youtube. Isi dari komentar itu sendiri tidak jauh dari harga yang dipatok Bowo untuk berfoto atau bertemu dikisaran Rp10.000 sampai Rp100.000, dan sikap Bowo--pria 13 tahun--yang tampaknya belum siap menghadapi resiko-resiko menjadi seorang public figure.

 

Obsesi dan ambisi muncul ketika aplikasi musik ini dapat menjadi sarana baru dalam memperluas eksistensi, kreativitas akan digenjot habis-habisan dan notifikasi followers yang bertambah di pagi hari akan menjadi hal pertama yang membuat senyuman.

 

Di samping fenomena yang dibuat oleh para Muser atau Tiktokers di kalangan sosial dan jelas-jelas berpengaruh serta nyata, patut diingat bahwa satu hal yang harus dipertahankan dari sebuah media hiburan adalah hiburan itu sendiri.

Bagikan Artikel
Artikel Terkait

New Music: Mei 2018

Banyak kejutan di bulan ini ada beberapa band dan musisi yang merilis album mereka dari yang cuma si...

By: Gilang Ramadhan

Baca selengkapnya

New Music: Week 4 of January 2018

Tahun 2018 adalah tahun yang diawali dengan rilisan-rilisan terbaru dari banyak musisi dan band besa...

By: Haetam Attamimy

Baca selengkapnya

New Music: Week 3 of February 2018

Mulai dari Ash hingga Ryan Adams, rilisan terbaru minggu ini terlihat sangat variatif.

By: Haetam Attamimy

Baca selengkapnya
Loading…