Entertainment Film & TV
Story Behind the Upcoming Disney’s The Lion King

By Gilang Ramadhan

Published on: 2019/07/16 12:17

Temukan ragam proses kreatif di balik Disney’s The Lion King yang akan segera hadir di bioskop terdekat di kotamu.

Lion King Poster

Mengisahkan perjalanan ke sabana Afrika di mana raja masa depan lahir, Disney’s The Lion King kembali menghadirkan nuansa kehangatan keluarga, keindahan alam, tragedi dan drama. Disutradarai oleh Jon Favreau, kamu akan kembali dipertemukan dengan karakter-karakter legendaris dari Simba, Raja Mufasa, Nala, Scar dan masih banyak lagi.

Menghidupkan kembali kisah legendaris dari film klasik Disney di tahun 1994, mengenai kehadiran Simba, anak dari Raja Mufasa yang ditakdirkan mewarisi kerajaan sang ayah. Namun tidak semua setuju, seperti Scar, saudara lelaki Mufasa (mantan pewaris takhta) yang memiliki rencananya sendiri. Pertempuran pun tidak bisa dihalangi, Pride Rock harus rusak dengan pengkhianatan, tragedi dan drama yang menyebabkan pengasingan Simba. Dalam pengasingannya Simba menemukan teman-teman baru, bagaimana menghadapi hidup dan mencari cara untuk tumbuh dan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi haknya.

“Disney telah sukses luar biasa dengan versi animasi asli dan kemudian musikal Broadway. Saya tahu bahwa saya harus sangat berhati-hati. Saya merasakan tanggung jawab luar biasa untuk tidak mengacaukannya. Saya ingin menunjukkan bahwa kami bisa menghargai sumber materi sambil membawanya ke kehidupan menggunakan teknik dan teknologi yang menakjubkan,”ujar Favreau selaku sutradara.

Dibintangi oleh Donald Glover, Beyonce Knowles-Carter, Billy Eichner, Seth Rogen, James Earl Jones, John Oliver, Keegan-Michael Key, Eric Anfre dan masih banyak lagi, film yang sempat memperoleh Academy Awards untuk lagu asli “Can You Feel the Love Tonight” (Elton John, Tim Rice) dan skor asli (Hans Zimmer) ini juga sebelumnya sudah masuk ke ranah Broadway pada tahun 1997 dan sukses meraih enam Tony Awards pada momen debutnya.

Sempat memimpin The Jungle Book yang dirilis pada tahun 2016, Jon Favreau sendiri mengungkapkan bagaimana perjalanan ke Afrika yang ia lalui selama enam bulan mengarahkannya pada The Lion King, "Saya pergi safari ke Afrika enam bulan sebelum pertama kali berbicara dengan Disney tentang melakukan film ini," ujarnya,“saya ingat ketika seekor babi hutan berlari dengan kendaraan safari kami, salah satu dari orang-orang dalam kelompok kami mulai menyanyikan 'Hakuna Matata.' Dan kemudian ketika kami melihat singa di atas batu, mereka semua berkata, 'Oh, lihat, itu seperti Singa Raja. 'Kisah ini telah menjadi referensi yang sekarang diketahui dan diterima oleh semua orang. Kisahnya muncul dalam musik, di acara TV, dalam rutinitas komedi, sebagai bagian dari sketsa. Ini terus direferensikan. Ini adalah bagian yang sangat dalam dari budaya kita sehingga rasanya seperti ada peluang luar biasa untuk membangunnya dan menceritakan kembali kisahnya dalam media yang berbeda."

Lama jadi pengagum Walt Disney, Favreau lekas membawa The Lion King ke layar lebar dengan cara baru, yaitu melalui evolusi teknologi yang memadukan teknik pembuatan film aksi langsung dengan pencitraan komputer yang dihasilkan oleh photoreal computer. Visual lingkungan dirancang dalam mesin game, dan perangkat state-of-the-art virtual reality memungkinkan Favreau untuk berjalan-jalan di set virtual, mencari dan mengatur bidikan visual seolah-olah dia berdiri di Afrika bersama Simba. Begitu pula dengan apa yang disuhakan oleh produser Karen Gilchrist dan direktur fotografi Caleb Deschanel untuk emngjadirkan hal-hal ajaib yang terjadi dengan sentuhan manusia, baik dengan memutar roda, menggunakan dolly grip dan masih banyak lagi.

Setelah film dibuat melalui proses VR, Favreau kemudian berpindah mengarahkan film melalui proses animasi. Disinilah tim seniman, teknisi, live-action professionals dan animator-animator canggih turut menciptakan apa yang dijadikan cara baru untuk membuat film, diantara live action dan animasi.

Tidak menciptakan cerita yang benar-benar baru, Favreau juga mengakui keberangkatannya untuk melestarikan jiwa dari film aslinya, seraya membiarkan pertunjukan, kesenian, musik dan humor yang bergulir secara organik. Menjaga terus warisan kuat film aslinya, Favreau turut menghadirkan ikatan emosional yang kuat dari musik Afrika dan lagu-lagu yang dikolaborasikan dengan Elton John dan Hans Zimmer.

Layaknya bagaimana pertunjukan Broadway yang sukses menyajikan kisah klasik The Lion King dengan media yang berbeda, film yang akan segera di rilis ini juga menghadirkan pendekatan kontemporer dengan tambahan dimensi emosi dan realisme tanpa paksaan dan melebihi batas intens.

Bagikan Artikel
Artikel Terkait

Update Versi Terbaru Playstasion 4 Akan Manjakan Para Pemain

Update Versi Terbaru Playstasion 4 Akan Manjakan Para Pemain

By: ali adam malik

Baca selengkapnya

New Music: Week 2 of February 2018

Rapper asal Indonesia, Rich Brian, kini merajai tangga Billboard!

By: Haetam Attamimy

Baca selengkapnya

HangOut Bareng Cast Danur 3 Prilly Latuconsina dan Umay Shah...

Danur merupakan salah satu franchise film horor Indonesia yang berhasil mendulang popularitas. Dua f...

By: Gilang Ramadhan

Baca selengkapnya
Loading…