Review: All Melody by Nils Frahm

By Haetam Attamimy

Published on: 2018/01/23 16:36

Memenangkan penghargaan sebagai ‘Best Small Label’ dari AIM Independent Music Awards pada tahun 2015, label Erased Tapes menjadi rumah bagi musisi berbakat yang kurang terekspos di dunia musik mainstream. Salah satu artis terbesar dari Erased Tapes sendiri adalah Nils Frahm, musisi dan produser yang meluruskan fokusnya pada genre neo classical namun banyak dibumbui dengan elemen elektronika dan ambient.

Album terbaru Nils Frahm yang diberi judul All Melody adalah sebuah landmark untuk merayakan kepindahan dari studio di rumahnya sendiri menuju sebuah vintage studio space bernama Saal 3. Hasilnya, All Melody yang menjadi album pertama yang dikerjakan Frahm di Saal 3 terdengar lebih kaya dari album-album sebelumnya yang diproduksi oleh sang musisi asal Jerman ini.

Nils Frahm di studio Saal 3. (source: Crack Magazine)

Sejak lagu pertama berjudul “The Whole Universe Wants to be Touched” yang juga menampilkan choir, sudah terasa bahwa All Melody akan didominasi oleh elemen elektronika yang cukup dominan. Hal ini kemudian diperkuat oleh track kedua berjudul “Sunson”, yang condong terasa diciptakan oleh Rival Consoles dengan tempo yang lebih santai alih-alih oleh Frahm sendiri. Track lain yang didominasi oleh elemen elektronika dan ambient adalah “#2” dan “Momentum” yang memiliki vibe tidak jauh dari masterpiece berjudul “Says” dari album Spaces yang membuat Frahm dikenal semakin luas di kalangan pecinta musik elektronik. Tidak heran jika album ini semakin terasa ramai dan berbeda, Frahm yang biasanya bekerja sendirian mencoba mengajak beberapa musisi untuk membantunya membuat album ini lebih kaya. Salah satu hal lain yang membuat All Melody cukup berbeda adalah hadirnya track menghipnotis berjudul "Human Range", yang jelas cukup terinspirasi dari musik jazz. Seperti yang diungkapkan oleh Frahm di kompilasi Late Night Tales miliknya yang dirilis pada 2015, Frahm membagi fakta kepada pendengarnya bahwa iaadalah penggemar berat jazz, terutama Miles Davis. Namun ciri khas Frahm tidak hilang begitu saja karena bisa terdengar dari beberapa track seperti “Forever Changes” atau “Fundamental Values” yang jauh lebih sederhana dibanding kebanyakan track di All Melody.

Title track “All Melody” sendiri memunculkan pertanyaan. Lepas dari keindahannya tersendiri, lagu ini terdengar cukup familiar karena terdengar cukup serupa dengan improvisasi yang dilakukan Frahm pada tahun 2015 bersama Kiasmos saat mereka bermain di Haldern Pop Festival. Ada kemungkinan bahwa "All Melody" telah diciptakan Frahm sejak beberapa tahun yang lalu, dan dimatangkan kembali demi menyempurnakan perilisan album All Melody.

Pindahnya studio Frahm menuju Saal 3 yang lebih mutakhir jelas berpengaruh banyak pada musikalitasnya. Sehingga tidak diragukan lagi bahwa All Melody adalah karya Frahm yang paling rapi hingga saat ini.


★★★★☆

All Melody
Nils Frahm
Erased Tapes
January 26, 2018

 

Bagikan Artikel
Artikel Terkait

Review: Di 2017, Dave Chappelle Masih Menjadi Komedian Terba...

Dave Chappelle muncul kembali ke atas panggung untuk menertawakan topik-topik sensitif bersama fansn...

By: Haetam Attamimy

Baca selengkapnya

Live Review: Lalala Festival 2018

Lalala Festival 2018 berlangsung meriah.

By: Haetam Attamimy

Baca selengkapnya

First Look: Brie Larson Sebagai Captain Marvel

Sebuah foto menunjukan aktris Brie Larson dalam balutan kostum Captain Marvel.

By: Kevin

Baca selengkapnya
Loading…