Entertainment Film & TV
Merayakan Hari Film Nasional Melalui Diskusi Bersama Pelaku Perfilman Indonesia

By Gilang Ramadhan

Published on: 2019/03/30 17:23

TRIAWA~1

Ngobrol Aja Duku - Kami menghadiri talk show kolaboratif Tokopedia dan Narasi.tv, Ngobrol Aja Dulu, kali ini merayakan Hari Film Nasional dengan menghadirkan pakar dan praktisi dari berbagai latar belakang. Acara yang bertajuk Ngobrol Aja Dulu #2 “The Movie Agent” ini mendatangkan tiga pelaku perfilman Indonesia yakni Aktor Ernest Prakasa, Produser Lala Timothy, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. Talk show dimoderatori oleh Stephany Josephine (Teppy), seorang avenger Narasi.tv atau seorang reviewer film yang mempunyai kanal di Narasi.tv dan juga aktif sebagai blogger yang mengulas berbagai film.

“Di Hari Film Nasional ini, kami ingin mengajak semua orang untuk berdiskusi dan saling berbagi cerita mengenai potensi film Indonesia. Dengan menghadirkan para ahli di bidang perfilman, kami berharap dapat memberikan perspektif baru sekaligus meningkatkan optimisme terhadap dunia perfilman Indonesia,” jelas Siti Fauziah, Senior Communications Lead Tokopedia.

Salah satu pembicara, Lala Timothy, Founder dan Presiden Direktur Life Like Pictures yang telah memproduseri beberapa film seperti Film Wiro Sableng 212, Banda The Dark Forgotten Trail, Tabula Rasa, Modus Anomali, dan Pintu Terlarang.

“Beberapa tahun terakhir, jumlah sineas muda Indonesia tumbuh dengan sangat cepat dan membawa warna baru dalam industri perfilman Indonesia. Saya sangat senang bekerja sama dengan para sineas muda Indonesia. Salah satu film saya yang banyak menggandeng sines muda adalah Tabula Rasa,” jelas Lala.

Ernest Prakasa yang merupakan aktor, sutradara, penulis, dan stand up comedian juga mengakui bahwa dunia perfilman Indonesia menunjukkan kemajuan berarti yang terlihat dari variasi genre film yang ada. “Sineas Indonesia mulai berani merambah ke berbagai variasi genre film, sehingga banyak pilihan tersedia bagi penonton. Hal ini menurut saya akan membawa pengaruh yang positif bagi perfilman Indonesia,” jelasnya.

KETIGA~1

Ernest adalah sineas berbakat Indonesia. Ia telah menyutradarai berbagai judul film, seperti Cek Toko Sebelah, Susah Sinyal, dan Milly & Mamet. Ia juga memecahkan rekor sebagai penerima penghargaan kategori Skenario Terbaik di Indonesia Box Office Movie Awards selama tiga tahun berturut-turut.

Sementara itu, Triawan Munaf selaku Kepala Badan Ekonomi dan Kreatif aktif dalam memajukan perfilman Indonesia. Ia telah melakukan berbagai kebijakan untuk mendorong industri perfilman sebagai lokomotif yang memberikan efek berlapis (multiplier effect) terhadap berbagai subsektor ekonomi kreatif lainnya.

“Film memiliki potensi untuk memberikan efek positif bagi subsektor ekonomi kreatif lainnya. Misalnya saja Laskar Pelangi yang berhasil meningkatkan pariwisata Belitung, maupun film Dilan yang berhasil memperkenalkan sisi lain Kota Bandung ke seluruh Indonesia,” jelas Triawan.

Ngobrol Aja Dulu #2 ini dimoderatori oleh Stephany Josephine, seorang blogger sekaligus host dalam acara Teppy O Meter di Narasi.tv. Stephany dikenal aktif mengulas beragam film dalam blognya, tulisannya juga banyak diterbitkan oleh berbagai situs online terkemuka di Indonesia.

Bagikan Artikel
Artikel Terkait

Kreator film “The Conjuring” kembangkan seri film horor ...

Kreator film “The Conjuring” kembangkan seri film horor baru

By: ali adam malik

Baca selengkapnya

Fortress Melbourne, Arena Esport Terbesar Untuk Para Gamer

Fortress Melbourne, Arena Esport Terbesar Untuk Para Gamer

By: ali adam malik

Baca selengkapnya

Running Man ke Jakarta Bulan Agusuts 2019, Ini Harga Tiketny...

Acara popular Korea Running Man akan mengadakan jumpa penggemar bertajuk Keep On Running Live di Sen...

By: Gilang Ramadhan

Baca selengkapnya
Loading…