Live Review: Synchronize Fest 2018

By Gilang Ramadhan

Published on: 2018/10/11 15:45

Naif
Iga Massardi - BarasuaraThe UpstairsOom Leo Berkaraoke

Day 1

Perhelatan musik multi genre tahunan Synchronize Fest 2018, telah melewati penyelenggaraan hari pertamanya. Selama tiga hari area Gambir Expo akan disulap menjadi kawasan ragam musik tanah air yang siap memanjakan penggemar musik dari berbagai genre ini. Sebanyak 118 musisi lokal tanah air dari berbagai era '70-an , ‘80-an, ‘90-an dan 2000-an akan tampil dipanggung Synchronize Fest 2018 yang tersebar di area Gambir Expo.

Synchronize Fest 2018 hari Jumat (5/10) dimeriahkan 34 musisi diantaranya Adhitia Sofyan, Barasuara, Burgerkill, Danilla, Daramuda Project, Dipha Barus, Endank Soekamti, Fiersa Besari, Ghoss, JBF Trio, Jiung, Koil, Lightcraft, Maliq & D'Essentials, Mesin Tempur, Midnight Runners, Mooner, Naif, Negative Lovers. Selain itu juga ada Oom Leo Berkaraoke, Payung Teduh, Pure Saturday, Reality Club, Rock n Roll Mafia, Sentimental Moods, Shadow Puppets Bersama Marcell Siahaan, Sore, SRXBS, Steven&Coconuttreez, Strange Fruit, Sunmantra, Texpack, The Upstairs, dan Vira Talisa.

Pada hari pertama, pintu masuk Synchronize Fest dibuka pada pukul 14.00 WIB. Khusus bagi penonton yang memiliki tiket Early Entry diwajibkan untuk memasuki area sebelum pukul 15.00 WIB. Penikmat Synchronize Fest 2018 tidak hanya dapat menyaksikan penampilan dari deretan musisi favorit, festival ini juga akan dimeriahkan dengan beberapa wahana atraksi hasil kolaborasi dengan beberapa komunitas seni. Komunitas film “Kinosaurus” akan melakukan penayangan beragam film, mulai dari jenis film dokumenter, film feature legendaris hingga film-film esensial masa kini. Sementara komunitas seni rupa “Ruang Rupa” akan memamerkan karya-karya seni mereka dan bakal ada pula atraksi live painting mural.

 David Bayu - naif

“Synchronize Fest ini adalah rumah dimana tempat ratusan musisi tanah air tampil menunjukkan kebolehannya yang membuat industri musik Indonesia puspa warna. Banyak di antara mereka merupakan wakil berbagai generasi yang membentuk gelora industri musik dan turut melahirkan genre baru dalam balutan nada di Indonesia ini .” tegas David Karto selaku penggagas sekaligus Festival Director Synchronize Fest.

 penonton GodblessGODBLESSRHOMA IRAMARHOMA IRAMA & SONETA

Day 2 

Synchronize Fest 2018 hari kedua (6/10) semakin meriah dengan hadirnya para penikmat musik yang tak henti-hentinya memadati area Gambir Expo, Kemayoran. Sebagai highlight pada penyelenggaraan hari kedua Synchronize Fest 2018, kali ini festival music lintas genre ini juga menyiapkan panggung kepada musisi lokal legendaris pada industri musik Tanah Air, seperti Godbless, dan Rhoma Irama & Soneta. “Dua ikon legenda musik Indonesia kami hadirkan spesial dihari yang sama, Godbless dengan jalur rock dan Rhoma Irama dengan dangdut. Semua bersatu di Synchronize!,” ujar Kiki Ucup selaku Program Director Synchronize Fest 2018.

District Stage di hari kedua Synchronize Fest 2018 dimeriahkan oleh duo dangdut hip hop asal Jogjakarta, NDX AKA. Meraup kepopuleran berkat persilangan dangdut dengan hip hop, duo musisi muda ini berhasil menarik pengunjung yang hadir untuk memenuhi District Stage di malam itu sontak penonton semua hafal menyanyikan lirik-lirik Bahasa jawa. Selain itu, grup musik komedia Project Pop untuk pertama kalinya tampil di panggung Synchronize Fest 2018. Project Pop sukses menajak penonton bergoyang tidak hanya lewat lagu – lagu lawas mereka, ada juga hits terbaru mereka berjudul “Coconut” yang mereka bawakan. Selain itu, Sheila on 7, band asal Yogyakarta yang telah berkarier sejak akhir tahun 1990-an dan masih produktif merilis album hingga saat ini sukses memadati area di Dynamic Stage, kemarin malam.

PHOTO-2018-10-11-16-33-42_1 

Day 3

Hari terakhir pada 7 Oktober 2018 banyak nama-nama besar seperti Dewa 19, White Shoes, Bam Mastro, Jambrud, Polkawars, Shaggydog, The Adams, Tarrkam, Padi Reborn, The Sasto, Tiga Pagi, Endah N Rhesa Extend, Diskopatera, dan banyak lagi.

Tetapi paling berkesan buat saya adalah Seek Six Sick yang tidak bisa membuat saya move on di dukung dengan stage yang sangat minim dan sangat underground Gigs Stage, Seek Sick Seek band alternative rock asal Jogjakarta ini memang sudah lama dan sangat underrated di Indonesia dan penampilan mereka pun membuat saya puas dan tidak ingin melupakan hal itu.

Suksesnya Synchronize Fest tahun ini memang GILA. 
Lebaran indie pun terasa saya buat saya, berkumpul dengan teman yang saya kira tidak akan bertemu lagi karena adanya festival ini membuat silaturahmi kami kembali berjalan seperti dulu.

Thanks Synchronize Fest 2018, semoga akan terjadi line up hebat di tahun depan.

see you next year

Bagikan Artikel
Artikel Terkait

Review: All Melody by Nils Frahm

Seperti biasa, Nils Frahm menghadirkan karya vital yang masih relevan jika didengarkan satu dekade l...

By: Haetam Attamimy

Baca selengkapnya

Mengenal Shazam!: Superhero DC yang Tidak Menampilkan Kesan ...

Superhero DC identik dengan sesuatu yang gelap. Wonder Woman menjadi salah satu pengecualian. Sisany...

By: Reza Reinaldo

Baca selengkapnya

Awarding Night Police Movie Festival 5: Memanusiakan Manusia

Berlokasi di Ballroom XXI Djakarta Theater, Jakarta Pusat, kombinasi musik dan film membius para had...

By: Reza Reinaldo

Baca selengkapnya
Loading…