Korea vs Jerman
Lifestyle Sports
Drama Korea di Piala Dunia 2018

By Reza Reinaldo

Published on: 2018/06/28 11:14

Drama Korea terbawa sampai ke hadapan Jerman.
Korea vs Jerman

Drama Korea identik dengan air mata, entah itu berasal dari pencinta drama, atau berasal dari pendukung Jerman. 

Der Panzer yang sudah terseok-seok sejak pertandingan pertama grup F sempat diberi perpanjangan napas setelah gol Toni Kroos di menit 90 kala menghadapi Swedia, kedudukan berakhir 2-1 untuk kemenangan Jerman, sekaligus membuat Toni Kroos dapat mengupdate twitternya dengan foto selebrasi dan caption “Still Alive”.

Still Alive, barangkali akan menjadi salah satu judul Drama Korea yang mendulang air mata. Mengisahkan perjalanan panjang sebuah hubungan yang untuk pertama kalinya berakhir dengan cara yang menyakitkan. Hubungan antara Jerman dan Piala Dunia yang berakhir di fase grup merupakan yang pertama kalinya sejak tahun 1938.

Tidak mudah menerima kenyataan soal Jerman—juara bertahan Piala Dunia—tersingkir dengan cara seperti ini. Namun, memang begitulah drama dirancang, sebuah kisah yang membuat penontonnya berpikir “tidak mungkin” untuk kesekian kali.

Menjadi mesin gol yang mengerikan pada Piala Dunia 2014, Jerman yang datang dengan bintang dan kepercayaan tinggi gagal menaklukkan Mexico dan Korea Selatan, serta terjerembab di urutan terakhir dalam grup dengan perolehan 3 poin dan selisih gol minus 2. Kesulitan mencetak gol sejak pertandingan pertama di Russia, mencoret Leroy Sane dari skuad, adalah hal-hal mengejutkan lain yang dilakukan Jerman.

“Kami mencoba mengembangkan dan meningkatkan permainan kami, tapi kami tidak dapat melakukannya hari ini,” kata Toni Kroos, pemain tengah andalan Real Madrid yang tampil gemilang sepanjang musim. Di tengah-tengah selebrasi pemain Korea, Kroos tertegun di tengah lapangan memandangi langit seperti baru saja menonton acara yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.

Tampil dengan skuad terkuat yang Jerman punya dan menargetkan kemenangan sebagai harga mati yang harus mereka raih, penyerangan total membuat Korea Selatan menampilkan gaya permainan counter attack.

Dalam 90 menit waktu normal, Jerman dan pendukungnya yang uring-uringan lantaran Swedia sudah memimpin 3-0 di pertandingan lain melawan Mexico, ada 2 peluang emas yang dilewatkan oleh Matts Hummels dan Mario Gomez.

“Kami memiliki cukup banyak peluang untuk mencetak gol. Aku memiliki peluang besar pada menit 87. Harusnya aku dapat mencetak gol itu. Peluang itu akan menghantuiku untuk beberapa minggu,” kata Hummels, pemain bertahan andalan Bayern Munchen.

Di sini VAR kembali mengambil peran, ketika gol Kim Young-Gwon dicurigai offside pada menit 90. Mengingat gol hantu Lampard pada piala dunia 2010 yang harusnya bersarang di gawang Neuer karena sudah melewati garis gawang, kali ini seolah-olah karma datang di hadapan Jerman dan gol Kim Young-Gwon pun disahkan setelah wasit melakukan analisa singkat melalui VAR.

Neuer bukan Neuer jika tidak maju ke kotak penalti lawan jika keadaan timnya dalam kondisi tertinggal. Namun, kreativitasnya kali ini membawa petaka ketika dia tidak mampu mengontrol lemparan ke dalam yang dioper ke arahnya. Se-Jong Joo berhasil merebut bola dan umpan jauh ke depannya dikejar dengan sempurna oleh Heung-Min Son yang berhadapan dengan gawang kosong.

Setelah pertandingan, banyak beredar video para warga Korea yang mendapat perlakuan khusus oleh warga Mexico. Namun, bagaimana nasib warga Korea yang sedang menetap di Jerman?

Bagikan Artikel
Artikel Terkait

adidas Hadirkan Toko dengan Konsep Retail Terbaru di Grand I...

adidas Grand Indonesia merupakan toko ritel pertama di Indonesia dengan konsep “stadium”.

By: Gilang Ramadhan

Baca selengkapnya

Yang Baik dan Yang Buruk Tentang iPhone X

Yang Baik dan Yang Buruk Tentang iPhone X

By: Haetam Attamimy

Baca selengkapnya

Puma X Sega RS-0 Sonic

Penggemar Sonic the Hedgehog akan menyukai sepatu suede biru bertekstur ini yang menampilkan warna d...

By: Gilang Ramadhan

Baca selengkapnya
Loading…