Entertainment Film & TV
Review film Doctor Sleep

By ali adam malik

Published on: 2019/11/11 11:57

sleep

 

Dirilis pada tahun 1980, The Shining yang diarahkan oleh Stanley Kubrick merupakan adaptasi dari sebuah novel popular berjudul sama yang ditulis oleh Stephen King dan diterbitkan pertama kali pada tahun 1977. Walau mendapatkan reaksi yang tidak terlalu hangat pada masa awal perilisannya  termasuk kritikan tajam dari King yang menilai Kubrick telah merusak nilai-nilai penceritaan dari novel yang telah digarapnya, The Shining secara perlahan mulai meraih banyak dukungan dan penggemar hingga akhirnya mampu menjadi salah satu ikon horor paling popular bagi para penikmat film di seluruh dunia. Lebih dari tiga dekade semenjak perilisan novel The Shining, tepatnya di tahun 2013, King merilis Doctor Sleep yang melanjutkan alur cerita bagi karakter-karakter yang ada di dalam garis penceritaan The Shining. Perilisan novel Doctor Sleep jelas turut mendorong Hollywood untuk memproduksi sekuel bagi versi film dari The Shining. Dengan bantuan Mike Flanagan (Ouija: Origin of Evil, 2016) yang bertugas sebagai sutradara sekaligus penulis naskah film, Doctor Sleep jelas harus berusaha keras untuk mengikuti standar tinggi yang telah diterapkan oleh Kubrick melalui adaptasinya akan novel The Shining.

 

Memiliki latar belakang waktu pengisahan pada tahun 2011, Doctor Sleep memusatkan perhatiannya pada tiga sosok karakter utama. Danny Torrance (Ewan McGregor) kini tumbuh dewasa menjadi seorang alkoholik akibat trauma masa kecil atas berbagai kejadian mengerikan yang ia alami bersama ayah dan ibunya di Overlook Hotel. Sadar bahwa kegemarannya untuk minum minuman keras hanya akan terus mempersulit dirinya, Danny Torrance lantas memulai usaha untuk memperbaiki kembali jalan hidupnya. Karakter kedua, Abra Stone (Kyliegh Curran), adalah seorang remaja yang tengah menyesuaikan diri sekaligus berusaha menutupi kemampuan supranatural yang ia miliki. Doctor Sleep juga membagi fokusnya pada sosok Rose the Hat (Rebecca Ferguson) yang memiliki penampilan wanita rupawan namun merupakan seorang pemimpin bagi kelompok yang dikenal dengan sebutan True Knot yang terobsesi untuk hidup selaanya dengan menghisap energi dari anak-anak dengan kemampuan supranatural khusus yang mereka temui di jalanan. Tiga linimasa cerita dari tiga karakter tersebut secara perlahan mulai bertemu dan mencipakan konflik yang dapat membahayakan bagi nyawa ketiganya.

 

maxresdefault

 

Tugas yang harus dihadapi oleh Flanagan jelas bukanlah sebuah tugas yang cukup mudah untuk dikerjakan. Selain harus mengadaptasi alur cerita novel Doctor Sleep yang telah diterapkan King, Flanagan tentunya memiliki “kewajiban” untuk meneruskan berbagai konsep serta tema pengisahan yang sebelumnya telah dibentuk oleh Kubrick pada The Shining sebagai film yang menjadi pendahulu bagi Doctor Sleep. Untungnya, Flanagan memiliki kemampuan yang lebih dari cukup untuk menangani materi horor yang harus dieksekusinya.

 

Sebagai kontinuitas dan pada beberapa kesempatan juga diperlakukan Flanagan sebagai sebuah tribut  dari pengisahan The Shining, Doctor Sleep dibuka dengan sekelumit kisah tentang kehidupan karakter Danny Torrance cilik (Roger Dale Floyd) dan ibunya, Wendy Torrance (Alex Essoe), setelah berhasil keluar dari Overlook Hotel. Penggalan kisah tersebut digarap Flanagan dengan sangat lugas sehingga juga mampu menjadi jembatan bagi para penonton yang berasal dari generasi baru serta mungkin saja masih belum mengikuti penceritaan The Shining. Berbagai integrasi akan adegan-adegan popular dari The Shining ke dalam Doctor Sleep juga mampu dieksekusi dengan mulus. Sangat mengesankan.

 

sleep2

 

Karakterisasi yang kuat yang diberikan Flanagan pada karakter-karakter dalam jalan ceritanya mendapatkan imbalan penampilan yang fantastis dari para pemeran karakter-karakter tersebut. McGregor hadir dengan penampilan yang kuat sebagai Danny Torrance. Sebuah penampilan yang akan membuat setiap penonton merasa terikat dengan berbagai naik maupun turun perjalanan kehidupan yang dijalani karakter tersebut. Chemistry yang ia jalin dengan Curran juga membuat hubungan antara karakter Danny Torrance dengan Abra Stone menjadi begitu menyita perhatian. Pada beberapa elemen cerita film, perjalanan yang dilakukan keduanya akan membawa penonton pada sebuah petualangan layaknya film-film misteri yang tergarap kuat.

 

Penampilan Ferguson juga jelas akan meninggalkan kesan kuat yang sangat lama bagi setiap mata yang menyaksikannya. Paduan antara kecantikan fisik, kharismanya, serta konsentrasi penuh yang diberikan Ferguson untuk menghidupkan sosok antagonis yang diperankannya menjadikan karakter Rose the Hat mampu memberikan mimpi buruk yang mencekam. Menunggu penampilan Henry Thomas yang sepertinya telah menjadi maskot bagi setiap film arahan Flanagan? Thomas hadir dalam sebuah adegan tribut terhadap The Shining yang ditata Flanagan dengan begitu meyakinkan.

 

Kecerdasan pengarahan Flanagan yang sebenarnya secara konsisten selalu ia tunjukkan dalam film-film horor yang ia arahkan sebelumnya seperti Oculus (2013), Hush (2016), Before I Wake (2016), Ouija: Origin of Evil, atau Gerald’s Game (2017) – berhasil menjadikan Doctor Sleep sebagai sebuah presentasi horor yang begitu efektif. Pilihan untuk menjauh dari kehadiran adegan-adegan horor mengejutkan seperti yang dahulu dihadirkan Kubrick dalam The Shining dan memperkuat atmosfer kelam pada pengisahan film juga membuat Doctor Sleep terasa lebih emosional. Yang pasti, jika dibandingkan dengan film-film hasil adaptasi novel karya King lainnya seperti Pet Sematary arahan Kevin Kölsch dan Dennis Widmyer, It Chapter Two arahan Andres Muschietti, dan In the Tall Grass arahan Vincenzo Natali yang seluruhnya dirilis pada tahun ini, Doctor Sleep jelas hadir dengan kelas dan kualitas presentasi yang paling memuaskan.

 

Bagikan Artikel
Artikel Terkait

Selebrasi 15 Tahun BNI Java Jazz Festival Resmi Dimulai

Yuk intip penampilan yang harus disaksikan di hari pertama.

By: Gilang Ramadhan

Baca selengkapnya

Foals Akan Menggelar Konser Perdana Mereka di Indonesia Tahu...

Konser ini merupakan rangkaian tur dari album terbaru mereka Everything Not Saved Will Be Lost yang ...

By: Gilang Ramadhan

Baca selengkapnya

TXT Kembali Hadir Dan Menggoda Para Penggemar Melalui Foto T...

TXT Kembali Hadir Dan Menggoda Para Penggemar Melalui Foto Teaser Terbaru

By: ali adam malik

Baca selengkapnya
Loading…