Beberapa Kedai kopi di Daerah Jakarta Rekomendasi Hangout Indo

By ali adam malik

Published on: 2019/10/01 14:02

1(1)

Banyak dari kalian semua pasti sering menghbiskan waktu dengan cara Hangout ditempat-tempat yang menurut kalian asik, nah salah satunya adalah di kedai kopi. HangOut Indo memiliki beberapa tempat untuk Nyeruput kopi. Berikut ini adalah rekomendasinya.

 

Caribou coffee

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Some heroes wear capes. Some heroes make your coffee. ???? @rezaramadan14 #CaribouCoffeeID #CaribouCoffee #StayAwakeForIt #Barista

A post shared by Caribou Coffee Indonesia (@cariboucoffeeid) on

Caribou Coffee adalah franchise kafe yang berasal dari Minessota, Amerika. Seperti Starbucks yang juga berasal dari Amerika hanya berbeda kota, Seattle. Kini, Caribou Coffee membuka cabang di daerah Senopati Jakarta. Caribou menyediakan tempat yang sangat nyaman baik sendiri maupun ramai-ramai. Ada beberapa sudut tempat duduk di Caribou yang berada di pojokan, Sudut tersembunyi sangat sesuai jika kita mau menyendiri. Rentang harga makanan dan minuman Caribou berkisar antara Rp.10.000,- sampai Rp.56.000,-. Freshly Baked Bagels dihargai dari Rp.10.000,- sampai Rp.15.000,-.  Menu Sandwich tersedia dari harga Rp. 40.000,- hingga Rp.56.000,-.

 

Jakarta coffee house

Jakarta Coffee House adalah pemanggang kopi, pengecer, dan konsultan khusus Arabika Indonesia. Banyak pecinta kopi yang datang ke kedai ini hanya untuk merasakan kenikmatin dari biji kopi asli. Bahkan pembuatannya pun dapat membuat kagum para penikmat kopi. JCH sendiri akan menjadi tempat Hangout yang cocok untuk kaum mileniel  karena mereka menawarkan harga yang terbilang ckup murah yaitu dari kisaran 80 ribu untuk 2 orang.

 

Kopi manyar

 

Mau cari tempat baru untuk ngopi dan nongkrong?, Kedai kopi bernama Kopi Manyar. Tempat ini memiliki keunikan lebih dalam desain interiornya. Dari luar, tempat ini hanya terlihat seperti rumah biasa. Letak Kopi Manyar pun berada di sekitar perumahan. Terdapat parkiran mobil biasa seperti halnya teras rumah, dan terdapat pintu yang selayaknya pintu rumah biasa. Namun kalian jangan tertipu, begitu Anda masuk ke dalam, Anda akan terpukau dengan desain unik di dalamnya. Karena keunikannya ini, banyak pengunjung yang datang untuk nongkrong sekaligus berfoto dan mengabadikan momen di tempat ini.

 

Fillmore Coffee

Fillmore adalah sebuah coffee shop kecil nan funky yang lokasinya nyempil di dalam sebuah gang di depan sebuah komplek apartemen. Meskipun kedengarannya susah dicari lokasinya, tapi waktu kami ke sana sih lumayan ada banyak orang yang mampir ke sana (selain penghuni apartemen). Kopi di sini sangat enak dan sama enaknya dengan coffee shop top lainnya di Jakarta. Mereka punya pilihan biji kopi yang berasal dari roaster terbaik di seluruh dunia.

 

Wisang kopi

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Jalannya sebuah kedai kopi nggak lepas dari pekerja di balik bar. Gimana nggak? Yang ngurus tetek bengek segala urusan operasional jatuh ke pundak mereka. Dari buka warung, beres-beres, mempersiapkan bahan baku dan akhirnya melayani tamu. Semuanya mereka yang lakukan. Terutama untuk kedai kopi skala kecil seperti kedai kami. Nggak ada beban kerja spesifik yang dilakukan seperti di kedai kopi skala besar. Nggak ada OB yang kerjanya beberes, nggak ada steward yang cuma cuci gelas, waiter yang nganter-ngangkat orderan, apalagi sekuriti. Bahkan kalau ada urusan baku hantam (keamanan) di kedai, mereka pasti turun tangan. Terutama di masa-masa seperti sekarang. Gue sebagai pemilik udah nggak bisa setiap saat ada di kedai perihal urusan produksi yang makin lama makin edan. Otomatis gue harus memberikan otonomi operasional kepada mereka. Gampangnya, percaya. Empat tahun gue membangun kedai ini mengandalkan otot dan kepala sendiri (sama bini, tentu). Kalau ada salah ya berarti salah gue, kalau ada sebuah keberhasilan ya berarti itu pujian buat diri gue sendiri. Terus tiba-tiba gue harus membagi beban tersebut ke para pekerja di kedai. Bapak Ableh dan Bapak Fahmi. Aneh? Iya. Apa gue udah kebiasa? Belon. Beruntungnya, mereka berdua berangkat dari kawan, pula umur kami sepantaran, jadi ya komunikasi terasa lebih gampang. Lalu, apa mereka ga pernah bikin salah? Walah, sering. Tapi daripada negor dan ngomel, itu jadi kesempatan bagus buat gue untuk ngetawain ketololan mereka, dan bener-bener secara literal gue katain: tolol ????. Begitupula sebaliknya, kalau gue yang salah atau lupaan, ya dikatain balik. Berawal dari kawan atau bukan, gue selalu pengen pekerja gue betah dan punya hubungan mutual yang kejaga. Karena Wisangkopi udah bukan gue seorang (dan bini, ehem), tapi mereka juga. Gambar oleh @sunrisecoffee.jp #coffee #jakartamenyeduh #goodcoffee_indonesia #manualbrew

A post shared by Wisang Kopi (@wisangkopi) on

Dari segi peralatan, Wisang Kopi bukanlah penganut paham mainstream yang mewajibkan ketersediaan sebuah mesin espresso beserta alat giling kopi yang mahal. Mereka adalah salah satu dari sekian banyak kedai kopi yang tetap istiqomah menjalankan ritual menyeduh kopi dengan mengandalkan tenaga pada saat menyeduh dengan aeropress. Slogan mereka “Kedai Kopi dan Rumah Sangrai Tanpa Gelombang”, sebuah filosofi hasil permenungan Cubung sendiri yang menurutnya bebas diterjemahkan oleh para pengunjungnya. Wisang buka setiap hari dari jam 7 malam hingga 12 dan libur di hari Minggu.

 

Coffeewar

Konsep yang diusung oleh coffeewar adalah Dapur. Pendiri coffeewar, Yogi dan Derbi, dua bersaudara, merupakan individu yang bergaris darah Tana Toraja. Mereka mencangkokkan gagasan dasar Dapur khas Tana Toraja ke dalam kafe mereka. Menurut mereka, Dapur di Toraja merupakan demarkasi, penanda keberterimaan secara penuh. Begitu Anda diperkenankan memasuki wilayah Dapur orang Toraja, itu tanda bahwa Anda sudah dterima secara penuh. Gagasan dasar semacam itulah yang disodorkan coffeewar kepada para pelangganya. Oleh karena itu, untuk orang yang pertama kali datang ke coffeewar, akan sulit membedakan mana pelanggan dan pemilik jika tidak ada celemek yang dikenakan awak coffeewar: semua berbaur. Di coffeewar, Dapur terbuka lebar: siapa saja boleh masuk. Karena dapur itulah maka tidak mengherankan jika pemilik coffeewar tak sungkan-sungkan mengajukan tawaran titip jika mereka atau salah satu dari mereka hendak pergi. “Ada yang mau nitip sesuatu tidak, gw mau ke warung?” Dari segi jam operasional, meski mereka memiliki standard buka-tutup, yakni dari jam 10 pagi sampai jam 2 dini hari, mereka tidak akan tutup jika pada jam 2 dini hari lewat masih ada pelanggan yang betah bercokol. Tak jarang, begitu coffeewar hendak tutup, namun ada pelanggan tetap yang datang, sang pemilik bisa didesak untuk buka. Hebatnya, mereka meneruskan buka.

 

Sagaleh kopi

Es kopi susu yang kekinian ini menjadikan "Es kopi susu lokal yang merakyat & membumi" sebagai slogan andalannya. Kata 'Sagaleh' sendiri berasal dari bahasa Minang, yang berarti 'segelas'. Sagaleh bisa kamu dapatkan dengan merogoh kocek sebesar Rp 15 ribu saja. Kedai kopi ini bisa kamu temukan di Kawasan Gandaria. Alamat lengkapnya adalah Jalan g.I.B No.2, RT.1/RW.12 Gandaria Utara, Jakarta Selatan. Sagaleh buka setiap hari, mulai jam sembilan pagi hingga tujuh malam.

 

 

Bagikan Artikel
Artikel Terkait

5 Tips Cerdas Untuk Konsumsi Kopi

Penelitian telah menunjukkan bahwa minum kopi dapat membantu meningkatkan memori jangka pendek dan j...

By: Gilang Ramadhan

Baca selengkapnya

Le Meridien Jakarta Berbagi Perspektif Baru Menikmati Sunday...

Hari Minggu cuma ‘leyeh-leyeh’ di kamar adalah kesia-siaan belaka. Keindahan suasana santai dan ...

By: Gilang Ramadhan

Baca selengkapnya

5 Restoran All You Can Eat Hemat di Jakarta

Restoran dengan sistem All You Can Eat dirancang untuk menikmati makanan yang disediakan sambil berc...

By: Reza Reinaldo

Baca selengkapnya
Loading…