Andrian Ishak Discover Passion Melalui Aksi molecular gastronomy 17 Makanan Legendaris Kota Bandung

By Gilang Ramadhan

Published on: 2019/12/02 18:28

Andrian Ishak - 1

 “Apa itu passion dan sejauh mana Anda mengenal passion Anda?” adalah segelintir pertanyaan sederhana yang dilontarkan Andrian Ishak, seorang chef ternama Indonesia, saat mendekonstruksi 17 hidangan legendaris khas kota Bandung ala molecular gastronomy di Gedung Gas Negara, kawasan gedung tua jalan Braga.

Andrian mengaku keberhasilan dirinya menjadi seorang chef molecular gastronomy berkat giat eksplorasi mengenal diri hingga menemukan passion sejatinya, yaitu mendorong batas inovasi kuliner dengan memaduk kesenian dengan ilmu sains. 15 tahun dedikasi chef Andrian Ishak di ilmu kuliner molecular gastronomy tak melelahkan dirinya untuk terus berkreasi menciptakan keajaiban dan pengalaman baru di dalam sebuah hidangan.

“Saya itu sebenarnya bukan seorang koki, melainkan seorang seniman. Bermula menjadi seorang gitaris, mengembangkan kecintaan saya terhadap seni dan makanan yang menghantarkan saya mempelajari teknik molecular gastronomy. Perjalanan yang cukup panjang dan berlika-liku dalam menemukan apa yang menjadi passion saya, namun it’s worth it,” ungkap Andrian Ishak.

Oleh karena itu, dengan mengusung tema “Discover the local legends, Andrian Ishak menghadirkan pengalaman multi-sensory dining yang untuk pertama kalinya mengeksplorasi, menggali, dan mendekonstruksi 17 hindangan legendaris khas kota Bandung. Dibalik tampilan penyajian yang bemain dengan mata, kerenyahan serta kelembutan yang bertumbuk dalam mulut, serta perpaduan rasa berbagai rempah yang menjelajah lidah – pada setiap hidangan terdapat sejumlah anekdot pencarian, penemuan, dan perjalanan passion yang ditempuh Andrian Ishak.

 “Bandung merupakan tempat yang sangat istimewa di hati saya. Bukan hanya karena makanan-makanannya, tetapi juga saksi hidup saya dalam discover dan decide apa yang membuat hidup saya menjadi lebih terarah dan penuh semangat, dan passion saya itu ternyata adalah molecular gastronomy. Dalam rangkaian hidangan yang saya sajikan pada pengalaman multi-sensori ini, saya ingin menginspirasi setiap partisipan yang hadir untuk terus mencari, menemukan dan mengerti pentingnya sebuah passion,” ungkap chef Andrian Ishak.

Sebagian persiapan, Andrian Ishak telah mempelajari setiap cita rasa pada makanan khas lokal Bandung dan memilih 17 hidangan legendaris untuk dinikmati dengan cara makan yang berbeda, namun tanpa menghilangkan rasa aslinya.

Andrian Ishak - 2
Salah satu makanan yang dihidangkan adalah lotek, dan yang terkenal di Bandung adalah Lotek Kalipah Apo 42 yang sudah berusia setengah abad. Sejak berdiri tahun 1953, lotek istimewa ini tidak pernah berubah rasanya dari semenjak awal berdiri hingga saat ini. Dengan kualitas yang terus terjaga tersebut, Chef Andrian discover bahwa konsistensi sangat dibutuhkan sebagai modal utama sebuah kepercayaan; dan kepercayaan adalah dasar dari loyalitas.

Lalu juga ada makanan yang tak pernah sepi pengunjung. Siapa tak kenal dengan Mie Kocok Bang Dadeng, mie yang kocok yang menggunakan 27 macam rempah-rempah. Mie ini tidak akan bisa dinikmati secara maksimal tanpa dikocok, namun Andrian membuatnya dengan sangat menarik dengan mengajak audience untuk mengocok bahan-bahannya untuk tercipta Mie yang siap dinikmati.

Tidak kalah menarik, Andrian Ishak pun menyajikan menu Es Duren Kantin Sakinah X Es Alpukat Linggarjati sebagai hidangan dessert. Instrumen musik metal dengan backsound gemuruh petir dan visual yang menampilkan derasnya hujan menemani penyajiannya. Namun sebelum itu, yang paling unik audience diajak untuk menggunakan jas hujan demi merasakan sensasi hujan yang sebenarnya.

Selain itu, masih banyak menu-menu lain yang disajikan, seperti Perkedel Bondon, Kupat Tahu Gempol, Sate Kambing Hadori, dan lainnya, di mana penyajiannya turut ditemani visual dan suara yang dapat memberikan kesan tersendiri bagi para audience yang hadir.

Dari penyajian visual dan suara pada pengalaman multi-sensory dining bertema “Discover the local legends” _oleh chef Andrian Ishak tersebut, beliau menyampaikan, “passion adalah energi saya dalam menjalani pekerjaan, dan segala apapun yang saya dapat banggakan sekarang, itu merupakan hasil dari decisions yang saya pilih.

Bagikan Artikel
Artikel Terkait

GRILL'D Akan membuka Restoran Internasional Pertama di Bali

Grill’d membawa menu mereka yang akrab, yang meliputi pilihan ayam, daging sapi dan nabati, sement...

By: Gilang Ramadhan

Baca selengkapnya

Café Del Mar Bali akan datang ke Pulau Dewata Agustus ini.

Salah satu bar terfavorit Eropa menuju Asia Tenggara dengan ikon Ibiza Café del Mar akhirnya tiba d...

By: Gilang Ramadhan

Baca selengkapnya

Tempat Nongkrong Malam Tahun Baru di Jogja

Malam tahun baru sedang berada di Jogjakarta bersama teman-teman tapi bingung mau nongkrong di mana?...

By: Gilang Ramadhan

Baca selengkapnya
Loading…