Entertainment Film & TV
'Alita Battle Angel' Ambisi James Cameron Selama 10 Tahun Telah Berhasil

By Gilang Ramadhan

Published on: 2019/02/06 17:45

 Alita

'Alita: Battle Angel' adalah sebuah film yang diadaptasi dari komik berjudul 'Battle Angel Alita' karya mangaka Yukito Kishiro. Manga cyberpunk tersebut diterbitkan tahun 1990 hingga 1995-an. Sutradara James Cameron merupakan salah satu penggemar manga legendaris tersebut. Cameron menghabiskan lebih dari satu dekade untuk membawa karakter Alita ke layar lebar. Film 'Avatar' yang dirilis pada tahun 2009 lalu merupakan percobaan pertama Cameron untuk membuat film 'Alita: Battle Angel'.

'Alita: Battle Angel' adalah film yang mengikuti seorang cyborg yang ditemukan di tempat pembuangan besi Iron City. Cyborg tersebut diambil dan diperbaiki oleh Dr Dryson Ido. Cyborg tersebut siuman tanpa satupun ingatan tentang masa lalunya.
Ido pun segera memiliki ikatan yang kuat pada cyborg tersebut dan menamainya Alita, seperti nama putrinya yang telah meninggal.

Alita pun dengan cepat beradaptasi di kota usang yang berada di bawah Zalem. Bersama teman dekatnya; Hugo, Alita berusaha menemukan identitas dirinya. Bersamaan dengan itu, Alita mulai menemukan kegelapan di Iron City tempat ia merasakan ikatan yang kuat akan jati dirinya.

ALITA BATTLE ANGEL

Disutradarai oleh Robert Rodriguez dan ditulis James Cameron, 'Battle Angel: Alita' jelas memiliki daya tarik dalam teknik produksinya dengan teknologi 3D yang canggih. 

Iron City, Badlands dan Zalem terpotret dengan sempurna. Adegan yang menyoroti pertandingan Motorball pun sukses memompa adrenalin tanpa cacat sedikit pun. Setiap aspek dari dunia dystopia tersebut berhasil disuguhkan dengan cermat.

Namun, sayangnya kisah yang disuguhkan justru berkesan bolak-balik dan tidak konsisten. James Cameron membungkus kisah Alita terlalu teliti, kisahnya ditebang sampai puing paling kecil sehingga film berdurasi dua jam tersebut terasa sangat panjang.

'Alita : Battle Angel' sendiri mencakup kira-kira empat volume pertama dalam komik 'Battle Angel Alita'. Hal tersebut menghasilkan film yang terkadang berkesan tergesa-gesa sehingga tak sempat membangun koneksi emosional dengan penonton.

Meskipun bisa dibilang 'Alita: Battle Angel' tidak mencapai level artistik, emosional dan tematik dari manga originalnya, namun upaya besar untuk menghormati karya Yukito Kishiro patut diacungi jempol. Film tersebut merupakan ambisi besar selama bertahun-tahun yang menghasilkan sebuah film dengan visual yang mengesankan dan spektakuler.

Source: Detik
Bagikan Artikel
Artikel Terkait

Review: All Melody by Nils Frahm

Seperti biasa, Nils Frahm menghadirkan karya vital yang masih relevan jika didengarkan satu dekade l...

By: Haetam Attamimy

Baca selengkapnya

Live Review: Invasion 2018

Invasion 2018 yang diadakan di Jakarta International Expo (JiExpo), Jumat (14/9/2018), telah sukses ...

By: Gilang Ramadhan

Baca selengkapnya

Antisipasi Film Pilihan Bulan Agustus 2018

Mungkin kamu sudah disuguhi daftar film coming soon di website-website bioskop atau poster-poster, n...

By: Reza Reinaldo

Baca selengkapnya
Loading…